Warga Kampung Lebak, Kecamatan Bekasi Utara, meminta Pemerintah Kota Bekasi segera mencari solusi permanen untuk mengatasi banjir yang semakin sering melanda kawasan permukiman mereka. Salah satu langkah yang diharapkan warga adalah pembangunan tanggul di sepanjang Kali Bekasi, khususnya di wilayah Kampung Lebak.
Banjir kembali merendam Kampung Lebak pada Senin, 4 Mei 2026, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter akibat luapan Kali Bekasi. Hingga kini, genangan air dilaporkan masih tersisa meski kondisi mulai berangsur surut.
Salah seorang warga Kampung Lebak, Hari, mengatakan pembangunan tanggul menjadi kebutuhan mendesak mengingat frekuensi banjir yang semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, dalam dua pekan terakhir kawasan tersebut sudah empat kali diterjang banjir. Banjir terakhir bahkan terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026.
“Kami berharap pemerintah segera membangun tanggul supaya banjir tidak terus berulang dan warga bisa merasa aman,” ujar Hari.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat Tinggi Muka Air (TMA) Kali Bekasi pada Senin, 4 Mei 2026 mencapai 635 sentimeter. Angka tersebut jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 350 sentimeter.
BPBD Kota Bekasi menyebut kenaikan debit air dipicu kiriman air dari wilayah hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas di Kabupaten Bogor.
Akibat tingginya TMA, dua kawasan permukiman di Kota Bekasi terdampak banjir, yakni Kampung Lebak di Bekasi Utara dan Gang Mawar di Bekasi Timur. Kedua wilayah tersebut memang berada tepat di bantaran Kali Bekasi sehingga rentan terdampak luapan sungai.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang dinilai semakin mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.