IHSG Rebound, Enam Saham Pilihan Ini Layak Dicermati Hari Ini

IHSG Rebound, Enam Saham Pilihan Ini Layak Dicermati Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Setelah sempat bergerak di zona merah pada awal sesi, indeks berhasil bangkit dan mencatat kenaikan signifikan didorong oleh dominasi saham-saham yang menguat di pasar.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 10.09 WIB, IHSG naik 147,425 poin atau 2,57 persen ke level 5.894,073. Sebelumnya, indeks dibuka di posisi 5.744,059.

Penguatan tersebut menunjukkan optimisme pelaku pasar yang mulai kembali masuk ke bursa setelah volatilitas tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Mayoritas Saham Menguat

Kenaikan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 549 saham mengalami penguatan, sementara 139 saham melemah dan 120 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai. Hingga pukul 10.09 WIB, total nilai transaksi mencapai Rp11,66 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 16,995 miliar saham.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap pasar saham domestik di tengah upaya pemulihan indeks dari tekanan sebelumnya.

IHSG Berpeluang Menuju Level 6.000

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di area support penting.

Menurutnya, level 5.600 menjadi area krusial yang perlu dijaga agar momentum kenaikan tetap berlanjut.

“IHSG berpotensi tes support di level 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, dapat melanjutkan kenaikan dengan target di level 5.800 hingga 6.000,” ujar Fanny dalam analisis hariannya.

Ia memperkirakan area support IHSG berada pada rentang 5.450 hingga 5.600, sedangkan area resistance berada di kisaran 5.800 hingga 5.950.

Asing Masih Catat Net Sell

Meski IHSG menguat tajam pada perdagangan sebelumnya, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell.

Pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, IHSG ditutup melonjak 7,57 persen. Namun, penguatan tersebut disertai net sell asing sebesar Rp2,59 triliun.

Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan AMMN.

Pelaku pasar masih mencermati pergerakan dana asing yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Sentimen Global Beragam

Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa waktu setempat.

Indeks S&P 500 turun 0,26 persen, sementara Nasdaq Composite melemah 0,97 persen. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average berhasil menguat 0,17 persen.

Sementara itu, bursa saham Asia menunjukkan pemulihan yang cukup kuat. Penguatan terutama didorong oleh rebound saham teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya mengalami tekanan.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,2 persen dan Topix menguat 1,1 persen. Bursa Korea Selatan menjadi yang paling menonjol dengan indeks Kospi melonjak 8,2 persen dan Kosdaq naik 6,2 persen.

Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,4 persen.

Rekomendasi Saham Hari Ini

BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar pada perdagangan hari ini, yaitu:

1. ANTM

  • Buy if break: Rp2.880
  • Target: Rp2.950–Rp3.050
  • Cut loss: di bawah Rp2.800

2. BBNI

  • Buy if break: Rp3.270
  • Target: Rp3.340–Rp3.400
  • Cut loss: di bawah Rp3.200

3. BUVA

  • Buy if break: Rp685
  • Target: Rp730–Rp765
  • Cut loss: di bawah Rp660

4. RATU

  • Speculative buy: Rp4.600–Rp4.660
  • Target: Rp4.820–Rp4.900
  • Cut loss: di bawah Rp4.500

5. ISAT

  • Speculative buy: Rp1.720–Rp1.745
  • Target: Rp1.760–Rp1.850
  • Cut loss: di bawah Rp1.700

6. MEDC

  • Speculative buy: Rp1.190–Rp1.220
  • Target: Rp1.245–Rp1.300
  • Cut loss: di bawah Rp1.160

Pelaku pasar tetap disarankan memperhatikan perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana asing yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.