Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bertahan di zona hijau dalam penutupan perdagangan. IHSG terpantau naik 0,22 persen atau 18,53 poin ke level 8.337.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut sejumlah faktor yang mendorong sentimen positif para investor. Di antaranya optimisme akan membaiknya ekonomi domestik di triwulan IV-2025 dan pengumuman review kuartalan indeks MSCI.
“Selanjutnya, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Oktober 2025. Data ini akan diperhatikan di tengah depresiasi rupiah, apalagi cadangan devisa turun pada level terendah pada bulan sebelumnya,” kata Tim Phintraco Sekuritas, Kamis (6/11/2025).
Cadangan devisa menurun karena pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan Bank Indonesia.
Hari ini, sebanyak 414 saham harganya naik, 275 saham harganya turun dan 267 stagnan. Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah BRMS, BREN, PTRO, BBCA dan COIN.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 25,11 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 2,27 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan hari ini tercatat Rp18,39 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi 15.201 triliun.
Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia mencatat aliran keluar modal asing dalam perdagangan saham hari ini. Ditandai dengan aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp106,52 miliar
Menurut Tim Phillip, saham sektor energi, barang sekunder dan infrastruktur naik paling tinggi. Ketiga saham ini menjadi penopang kenaikan IHSG. Dikutip dari RRI.co.id