Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai bahwa mekanisasi pertanian merupakan langkah penting dalam mempercepat peningkatan produksi dan efisiensi sektor pertanian nasional.
Menurutnya, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern akan membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Kalau produktivitas naik, kesejahteraan petani juga meningkat,” ujar Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/11).
Dorong Efisiensi Melalui Alsintan Modern
Lamhot menjelaskan bahwa peralatan pertanian yang modern dapat mempercepat proses tanam dan panen, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual yang sering kali menjadi kendala produktivitas.
Ia menegaskan, peningkatan efisiensi pertanian akan berimbas langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, terutama di daerah sentra pangan.
Serahkan Bantuan CSR BRI Rp2,7 Miliar di Tapanuli Utara
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sektor pertanian, Lamhot menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dengan total nilai Rp2,7 miliar.
Bantuan tersebut mencakup sektor pertanian dan pengembangan pariwisata daerah, dan disalurkan ke empat kecamatan serta dua destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.
Rinciannya meliputi:
- Traktor roda empat untuk Kecamatan Garoga senilai Rp500 juta
- Mesin panen padi untuk Kecamatan Pahae Jae senilai Rp500 juta
- Mesin penggiling padi untuk Kecamatan Purba Tua senilai Rp80 juta
- Handtraktor untuk Kecamatan Pahae Jae senilai Rp200 juta
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara dalam setahun terakhir mencapai sekitar 4,3 persen, dengan sektor pertanian menyumbang lebih dari 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Kembangkan Sektor Pariwisata Daerah
Selain bidang pertanian, Lamhot juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pariwisata lokal sebagai upaya membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa bantuan CSR BRI untuk destinasi wisata Salib Kasih dan Huta Ginjang merupakan langkah awal dalam memperkuat infrastruktur wisata di kawasan tersebut.
“Salib Kasih adalah ikon wisata religi, sedangkan Huta Ginjang menjadi titik pandang terbaik Danau Toba. Kita ingin keduanya dikelola lebih baik agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” jelas Lamhot.
Dorong Kemitraan BUMN dan Masyarakat
Lamhot menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemitraan antara BUMN, DPR, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
“Pembangunan harus dimulai dari bawah, dari petani, dan dari desa. Ketika rakyat kuat, ekonomi bangsa ikut kokoh,” tegasnya.
Dikutip dari antaranews.com