Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Pelemahan indeks dipicu kombinasi sentimen domestik dan global, mulai dari ketidakpastian arah kebijakan Bank Indonesia hingga sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke level 6.175,198. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut terkoreksi 2,03 poin atau 0,33 persen ke posisi 610,53.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG bergerak turun 34,972 poin atau 0,56 persen ke level 6.150,972. Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.199 dan terendah 6.146.
Sebanyak 239 saham tercatat menguat, sementara 278 saham melemah dan 203 saham lainnya bergerak stagnan.
Nilai transaksi yang tercatat hingga pagi mencapai Rp1,680 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,873 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di level Rp10.810,887 triliun.
Sentimen Domestik Masih Membayangi IHSG
Dalam riset hariannya, FAC Sekuritas menyebut pelemahan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif pascapengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (27/7), IHSG ditutup melemah 10,65 poin atau 0,17 persen ke level 6.185,78.
Menurut FAC Sekuritas, meski harga minyak mentah Brent mengalami penurunan dan mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat, pasar saham Indonesia tetap berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter serta kekhawatiran investor terhadap independensi Bank Indonesia.
Pelaku pasar juga memilih bersikap lebih berhati-hati sambil menunggu kepastian mengenai sosok gubernur definitif Bank Indonesia yang akan ditunjuk pemerintah.
Investor Menanti Keputusan The Fed
Dari pasar global, Wall Street ditutup bergerak variatif. Indeks Dow Jones menguat 0,51 persen, S&P 500 naik tipis 0,02 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,18 persen.
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat dipengaruhi sikap wait and see investor menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve, rilis sejumlah data ekonomi, serta laporan keuangan emiten.
Selain itu, pelemahan saham-saham sektor semikonduktor akibat kekhawatiran terhadap tingginya belanja kecerdasan buatan (AI) turut membebani Nasdaq. Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong penurunan harga minyak dunia serta imbal hasil obligasi, sehingga memberikan sentimen positif bagi indeks Dow Jones.
FAC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari ini.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring berlanjutnya net foreign sell, depresiasi nilai tukar rupiah, dan kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia,” tulis analis FAC Sekuritas dalam risetnya.