Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 7 September 2026. Mengutip Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.665 per USD hingga pukul 09.30 WIB, turun 23 poin atau 0,13 persen dari penutupan sebelumnya Rp17.642 per USD.
Sementara berdasarkan Yahoo Finance, rupiah berada di Rp17.631 per USD, melemah tipis dari Rp17.630 per USD.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.640-Rp17.690 per USD.
Pergerakan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan militer AS-Iran dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Di sisi lain, pernyataan dovish Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sentimen berbeda karena membuka peluang suku bunga tetap dipertahankan pada September.
Ibrahim juga menilai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen diperlukan untuk mendorong investasi, industrialisasi, dan penciptaan lapangan kerja formal. Namun, kenaikan suku bunga dan ketidakpastian geopolitik menjadi tantangan bagi target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027.