Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres bermalam di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10) malam hingga Senin.
Informasi tersebut disampaikan Sekretariat Kabinet (Setkab) RI melalui siaran resminya pada Minggu malam. Sesuai jadwal, Guterres memang dijadwalkan bermalam di kediaman Prabowo di Hambalang.
Bahas Reformasi Multilateralisme hingga Palestina
Sebelum bermalam di Hambalang, Guterres bertemu dengan Presiden Prabowo untuk membahas sejumlah isu internasional. Pertemuan tersebut membicarakan reformasi multilateralisme, dampak perubahan iklim, serta perkembangan situasi di Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Guterres juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kontribusinya dalam mengirimkan prajurit TNI untuk bertugas bersama pasukan perdamaian PBB di sejumlah negara, termasuk Lebanon yang saat ini juga diserang oleh Israel.
Guterres turut berpamitan kepada Prabowo karena masa jabatannya sebagai Sekjen PBB akan berakhir pada Desember 2026.
Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi.
Sementara itu, Guterres didampingi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia (UN Resident Coordinator) Gita Sabharwal.
Guterres Kunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI
Setelah dari Hambalang, Guterres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di pusat pemusatan latihan dan persiapan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB tersebut, Guterres dijadwalkan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas bersama Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.
Selanjutnya, Guterres akan menyampaikan pidato bertajuk “Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?” di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda tersebut, Guterres dijadwalkan kembali ke New York, Amerika Serikat, pada Senin.