Putra Tri Ramadani Sumbang Medali Perak untuk Indonesia di Santiago

Putra Tri Ramadani Sumbang Medali Perak untuk Indonesia di Santiago

Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani atau yang akrab disapa Srondeng meraih medali perak nomor lead putra pada ajang World Climbing Series Santiago 2026 di Chile, Minggu waktu setempat atau Senin WIB.

Srondeng menempati posisi kedua pada babak final dengan skor 49. Ia hanya kalah dari atlet Swiss, Jonas Utelli, yang keluar sebagai juara setelah mencatatkan skor 52.

Berdasarkan hasil resmi yang ditampilkan World Climbing, Putra berhasil mengungguli sejumlah atlet unggulan dunia pada babak final.

Atlet Jepang Neo Suzuki menempati posisi ketiga dengan skor 47+, sekaligus melengkapi podium nomor lead putra.

Putra Tampil Terbaik di Semifinal

Perjalanan Putra menuju podium berlangsung impresif. Pada babak semifinal, ia menempati posisi pertama dengan capaian 33+.

Putra mengungguli Neo Suzuki yang berada di peringkat kedua dengan skor 32+. Sementara atlet Spanyol Alberto Gines Lopez menempati posisi ketiga dengan skor 31+.

Jonas Utelli yang akhirnya merebut medali emas berada di peringkat keempat semifinal dengan skor 31+. Atlet Swiss tersebut kemudian mampu meningkatkan performanya pada babak final hingga merebut posisi teratas.

Sementara itu, Suzuki harus puas dengan medali perunggu setelah finis di posisi ketiga pada babak final.

Alberto Gines Lopez yang sebelumnya berada di peringkat ketiga semifinal justru mengalami penurunan posisi. Ia finis di urutan kedelapan final dengan skor 25.

Raharjati Nursamsa Juga Raih Medali Perak

Sebelumnya, atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa, juga meraih medali perak pada nomor kecepatan atau speed putra di World Climbing Series Santiago 2026.

Raharjati mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final. Ia menghadapi atlet China, Zhao Yicheng, dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (24/10) petang waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Raharjati harus mengakui keunggulan Zhao yang merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 4,74 detik.

Indonesia menurunkan sejumlah atlet pada nomor kecepatan putra dan putri serta nomor lead putra dalam kejuaraan tersebut.

Pada nomor kecepatan putra, selain Raharjati, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.