Masyarakat Aceh Diimbau Tetap Jaga Perdamaian dan Tidak Terprovokasi

Masyarakat Aceh Diimbau Tetap Jaga Perdamaian dan Tidak Terprovokasi

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2025, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau masyarakat untuk terus menjaga perdamaian dan tidak mudah terprovokasi. Seruan tersebut disampaikan Ketua MPU Aceh, Tengku Hadi Faisal Ali, di tengah kondisi Aceh yang sedang dilanda bencana banjir dan longsor.

Tengku Hadi mengatakan masyarakat saat ini perlu memusatkan perhatian pada penanganan korban terdampak bencana, bukan pada kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan. “Membantu saudara-saudara kita ini sebuah kewajiban dan kami berharap fokus untuk membantu saudara-saudara yang kena musibah serta jaga keamanan dan ketenteraman. Itu landasan yang sangat kuat untuk kebersamaan dalam keluar dari problem bencana yang terjadi di Aceh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 November 2025.

Dalam beberapa hari terakhir, Aceh diguyur hujan deras hingga menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Banyak kabupaten dan kota dilaporkan terisolasi akibat akses jalan yang terputus dan komunikasi yang terganggu.

Karena itu, Tengku Hadi mengajak seluruh masyarakat Aceh, baik yang terdampak maupun tidak, untuk mengoptimalkan bantuan bagi para korban. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) demi kelancaran proses pemulihan.

“Fokuskan, tidak perlu memikirkan kegiatan-kegiatan lain di luar kegiatan kemanusiaan yang harus menjadi prioritas kita bersama. Mudah-mudahan Aceh kita ini damai, Aceh kita ini aman, kita kompak, dan masyarakat bisa cepat keluar dari musibah ini serta kembali beraktivitas sebagaimana biasa,” pungkasnya.

Dikutip dari metrotvnews.com