Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan terus memberikan layanan kesehatan terpadu bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satunya melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak. Program ini bertujuan membantu pemulihan psikologis pascabencana.
“Kami melakukan trauma healing untuk anak-anak korban bencana. Kegiatan dimulai dengan edukasi enam langkah cuci tangan, kemudian anak-anak menggambar bebas sesuai kreativitas mereka dan mempresentasikan hasilnya kepada tim,” ujar Relawan TCK Kemenkes, Wandi, Rabu, 14 Januari 2026.
Trauma healing dilaksanakan di Masjid Mushola Al-Falah, Dusun Malang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau. Kegiatan ini melibatkan tim lintas profesi, termasuk dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga promosi dan edukasi kesehatan, serta organisasi profesi.
Seluruh anak mendapatkan apresiasi atas hasil karya mereka sebagai bentuk dukungan psikososial. “Semua gambar anak-anak bagus, sehingga semuanya kami beri hadiah. Harapannya anak-anak merasa senang, lebih percaya diri, dan perlahan pulih dari trauma akibat bencana,” jelas Wandi.
Selain trauma healing bagi anak, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan keluarga, mencakup kesehatan ibu hamil, persalinan, pola asuh anak, serta pelayanan pengobatan gratis bagi warga yang membutuhkan.
Salah satu warga Desa Mekar Jaya, Nuria, mengapresiasi kehadiran relawan TCK Kemenkes. Ia menilai kegiatan trauma healing berdampak positif bagi anak-anak yang telah lama terdampak bencana dan tidak bersekolah.
“Anak-anak kami yang balita sangat senang karena sudah lama tidak bersekolah. Mereka senang bisa menggambar dan mewarnai. Kami juga yang sakit mendapatkan pengobatan gratis. Alhamdulillah, perhatian ini membuat kami merasa diperhatikan dan lebih kuat menghadapi kondisi pascabencana,” katanya.
Melalui trauma healing dan penyuluhan kesehatan ini, Relawan TCK Kemenkes berharap dapat memulihkan kondisi psikososial anak dan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak bencana.
Dikutip dari antaranews.com