Komisi VII DPR Tekankan Konsistensi Pencapaian Target Pariwisata

Komisi VII DPR Tekankan Konsistensi Pencapaian Target Pariwisata

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyatakan kebijakan pariwisata nasional membutuhkan konsistensi target dan kejelasan data. Ia menilai ketidakpastian target kunjungan wisatawan mancanegara berpotensi melemahkan fokus pembangunan sektor pariwisata.

Evita menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan penghargaan yang diraih sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Namun, ia menegaskan penghargaan tidak dapat dijadikan indikator utama keberhasilan pembangunan pariwisata nasional.

“Ukuran utama keberhasilan pariwisata tetap adalah peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan devisa kita. Keberlanjutan serta pemerataan manfaat pariwisata secara nasional juga menjadi indikator utama keberhasilan sektor pariwisata,” ujar Evita dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Evita mengkritisi inkonsistensi penetapan target kunjungan wisatawan mancanegara yang disampaikan dalam sejumlah pernyataan resmi pemerintah. Ia mempertanyakan kejelasan data rujukan yang digunakan kementerian dalam menetapkan target tersebut.

Menurutnya, perbedaan target dapat membingungkan publik maupun pembuat kebijakan. “Adanya ketidak konsistenan dalam penetapan target kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Evita.

Evita juga membandingkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara terkini dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Ia menilai pemulihan sektor pariwisata nasional belum sepenuhnya tercapai secara menyeluruh.

Ia menegaskan capaian sekitar 14 hingga 15 juta kunjungan masih berada di bawah tingkat pra-pandemi. “Tahun 2019 itu sudah 16 juta capaian wisatawan kita,” ucapnya.

Untuk itu, Evita mendorong penetapan target tunggal yang realistis agar kebijakan pariwisata lebih terarah dan terukur. Ia menilai rentang target yang terlalu lebar dapat melemahkan fokus pencapaian. “Rangenya itu jangan terlalu jauh,” ujar Evita. Ia mengusulkan target tunggal sebesar 18 juta wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan proyeksi optimistis terhadap kinerja pariwisata nasional. Ia menyebut tren kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan pertumbuhan positif.

“Kami memproyeksikan saat nanti Badan Pusat Statistik menyelesaikan tabulasi kunjungan sampai dengan Desember 2025, kita akan mencapai 15,3 juta kunjungan,” ujar Widiyanti.

Menpar menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawan menjadi pengungkit utama perolehan devisa pariwisata. Pemerintah mencatat devisa pariwisata mencapai 13,82 miliar dolar AS. Selain itu, capaian Average Spending per Arrival tercatat sebesar 1.259 dolar AS pada periode triwulan pertama hingga ketiga 2025.

Widiyanti menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Namun demikian, DPR menekankan konsistensi target dan kejelasan data tetap diperlukan agar kebijakan pariwisata nasional lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan.