Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan perubahan besar dalam prioritas pengeluaran federal untuk tahun fiskal 2027 dengan menitikberatkan pada peningkatan signifikan anggaran pertahanan. Dalam proposal tersebut, pemerintah juga berencana memangkas pengeluaran diskresioner non-pertahanan sebagai bagian dari strategi penataan ulang belanja negara.
Dokumen anggaran yang dirilis oleh Gedung Putih pada Jumat, 3 April 2026, menunjukkan rencana pengurangan pengeluaran diskresioner non-pertahanan hingga 10 persen. Di sisi lain, pemerintah mengusulkan peningkatan pendanaan pertahanan secara besar-besaran.
Mengutip laporan Investing.com, total sumber daya anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertahanan dalam tahun fiskal 2027 diproyeksikan mencapai sekitar USD1,5 triliun. Angka tersebut mencerminkan fokus kuat pemerintah terhadap penguatan militer dan keamanan nasional.
Fokus pada Program Pertahanan dan Keamanan
Dalam proposal tersebut, pemerintah juga merencanakan tambahan pengeluaran pertahanan sebesar USD500 miliar yang akan dialokasikan untuk berbagai program strategis. Salah satu di antaranya adalah program Golden Dome yang menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional.
Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk mengatasi kekurangan stok mineral penting yang dibutuhkan dalam industri pertahanan serta memperluas program pembangunan kapal militer.
Rencana anggaran tersebut juga mencakup peningkatan kesejahteraan personel militer dengan kenaikan gaji yang direncanakan berada di kisaran lima hingga tujuh persen.
Pendanaan Keamanan Domestik dan Infrastruktur
Di luar sektor pertahanan, proposal anggaran juga mencakup peningkatan pendanaan untuk beberapa sektor keamanan domestik. Pendanaan bagi penegakan hukum federal akan meningkat sekitar 15 persen menjadi USD19 miliar.
Namun, di saat yang sama pemerintah berupaya merampingkan berbagai program lain. Proposal tersebut mencakup rencana penghapusan hampir 30 program hibah di Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dinilai bersifat duplikatif atau tidak selaras dengan prioritas kebijakan presiden.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar USD4 miliar untuk Federal Aviation Administration guna melanjutkan pembangunan sistem pengendalian lalu lintas udara yang baru.
Meski demikian, seperti proposal anggaran presiden pada umumnya, rencana tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari Kongres Amerika Serikat. Proses pembahasan diperkirakan akan melibatkan negosiasi panjang serta memerlukan dukungan bipartisan sebelum dapat disahkan menjadi anggaran final.