World Boxing Council Nyatakan Gelar Dunia Jesse Rodriguez Jr. Kosong karena Doping

World Boxing Council Nyatakan Gelar Dunia Jesse Rodriguez Jr. Kosong karena Doping

World Boxing Council (WBC) resmi mengosongkan gelar juara dunia sementara (interim) kelas terbang milik Francisco Rodriguez Jr setelah petinju asal Meksiko tersebut terbukti menggunakan zat terlarang dalam tes doping.

Dalam pernyataan resmi yang dipantau di Jakarta, Sabtu, WBC menyatakan bahwa pihaknya bersama Rodriguez telah sepakat untuk mencabut gelar interim tersebut serta mengubah hasil kemenangannya atas Galal Yafai menjadi tanpa hasil resmi atau no contest.

Kasus doping itu terungkap setelah Voluntary Anti-Doping Association (VADA) melaporkan hasil analisis sampel urine A milik Rodriguez yang diambil saat mengikuti Program Tinju Bersih WBC pada pertarungan melawan Yafai pada Juni 2025 di Birmingham, Inggris.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya zat heptaminol, yaitu stimulan jantung dan vasodilator yang merupakan metabolit dari octodrine. Zat tersebut termasuk dalam daftar zat terlarang dalam Program Tinju Bersih WBC serta daftar larangan yang dikeluarkan oleh World Anti-Doping Agency (WADA).

Suplemen Energi Diduga Penyebab

Unit Manajemen Hasil Program Tinju Bersih WBC kemudian memberi tahu Rodriguez mengenai temuan tersebut dan memulai penyelidikan lebih lanjut. Setelah menerima pemberitahuan, tim Rodriguez menyerahkan bukti berupa foto wadah serta label suplemen peningkat energi bernama Lipodrene.

Sejumlah literatur ilmiah menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung stimulan sering kali ditemukan mengandung atau terkontaminasi octodrine maupun zat terlarang lainnya.

Rodriguez mengakui bahwa dirinya kemungkinan secara tidak sengaja mengonsumsi suplemen yang terkontaminasi zat tersebut. Ia juga diketahui telah melaporkan penggunaan Lipodrene dalam formulir pendaftaran Program Tinju Bersih WBC.

WBC menilai fakta tersebut sebagai faktor yang meringankan karena konsumsi suplemen tersebut tidak dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan performa atletiknya.

Sanksi dan Masa Percobaan

Sebagai bagian dari kesepakatan, WBC dan Rodriguez menandatangani Perjanjian Adjudikasi yang berisi sejumlah ketentuan, termasuk pencabutan gelar interim serta perubahan status pertandingan menjadi no contest.

Selain itu, Rodriguez juga dikenai masa percobaan selama satu tahun sejak tanggal pengambilan sampel. Selama periode tersebut, ia wajib menjalani minimal tiga tes anti-doping acak yang dilakukan oleh VADA dengan biaya ditanggung sendiri.

Rodriguez juga diwajibkan mengikuti program edukasi mengenai nutrisi serta pencegahan konsumsi zat terlarang, sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan tanggung jawab sosial.

Namun, pada 30 Maret 2026, United Kingdom Anti-Doping (UKAD) menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama dua tahun kepada Rodriguez atas temuan yang sama.

WBC menyatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah beberapa kali mencoba bekerja sama dengan UKAD dalam kasus serupa, tetapi tidak mendapat tanggapan. UKAD juga tidak mengakui Program Tinju Bersih WBC maupun keputusan hasil penyelidikan yang dilakukan organisasi tersebut.

Meski demikian, WBC menegaskan bahwa pertarungan Rodriguez melawan Yafai berlangsung di bawah otoritas WBC. Dengan mempertimbangkan kesepakatan adjudikasi yang dinilai adil, WBC tetap mengizinkan Rodriguez bertanding dalam laga yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.