Nilai Tukar Rupiah Perkasa Tipis Meski Tekanan Global Masih Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Perkasa Tipis Meski Tekanan Global Masih Tinggi

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen risk-off akibat ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Josua, sentimen tersebut muncul setelah adanya sinyal bahwa proses negosiasi damai antara kedua negara masih belum pasti.

“Sentimen ini dipicu oleh laporan Gedung Putih yang masih menunggu respons Iran sebelum memulai negosiasi perdamaian. Investor menafsirkan hal ini sebagai ketidakpastian yang tinggi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, nilai tukar rupiah pada Jumat pagi tercatat menguat tipis sebesar enam poin atau 0,03 persen ke level Rp17.280 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.286 per dolar AS.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada awal April tidak menghasilkan kesepakatan konkret. Bahkan, Amerika Serikat melanjutkan kebijakan blokade terhadap aktivitas pelayaran menuju pelabuhan Iran.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang, namun blokade tetap diberlakukan sambil membuka peluang negosiasi lanjutan.

Di sisi lain, Iran menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog, namun meragukan komitmen Amerika Serikat dalam proses perundingan yang dinilai berpotensi tidak adil.

Selain faktor geopolitik, sentimen global juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan sektor manufaktur AS meningkat menjadi 54,0 dari sebelumnya 52,3, sementara sektor jasa naik ke 51,3 dari 49,8.

Namun demikian, data tenaga kerja menunjukkan adanya peningkatan klaim pengangguran awal menjadi 214 ribu, yang turut menjadi perhatian pasar.

Josua memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp17.225 hingga Rp17.350 per dolar AS, seiring dinamika sentimen global yang masih fluktuatif.