Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut kembali menyemburkan awan panas pada Minggu, 1 Februari 2026, sore. Awan panas tersebut disertai guguran material vulkanik yang meluncur ke arah barat daya.
Material batuan hasil guguran tercatat runtuh menuruni lereng Gunung Merapi dan masuk ke hulu Sungai Boyong dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter dari puncak.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa peristiwa awan panas tercatat berlangsung selama 150,98 detik dengan amplitudo maksimal 16 milimeter.
Meski terjadi awan panas disertai guguran material vulkanik, BPPTKG mencatat intensitas guguran di area puncak Gunung Merapi secara bertahap mengalami penurunan.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, warga diminta tetap waspada dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya di sekitar Gunung Merapi.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Dikutip dari metrotvnews.com