BMKG Minta Masyarakat NTT Waspada Potensi Angin Kencang di Musim Kemarau

BMKG Minta Masyarakat NTT Waspada Potensi Angin Kencang di Musim Kemarau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi angin kencang selama musim kemarau, terutama di wilayah Kabupaten Sabu Raijua. Kondisi angin kencang yang bersifat kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Riris Eliza Helen, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca kering yang mulai mendominasi wilayah NTT.

“Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

BMKG mencatat sebagian besar wilayah NTT saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan mulai berkurangnya pertumbuhan awan dan aktifnya angin monsun timur yang membawa massa udara kering ke wilayah tersebut.

Berdasarkan pemantauan BMKG, saat ini tidak terdapat wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem. Namun, peningkatan kecepatan angin diperkirakan terjadi di sejumlah daerah selama beberapa hari ke depan.

“Secara umum, kondisi cuaca di NTT diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah,” kata Riris.

Kabupaten Sabu Raijua menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus terkait potensi angin kencang. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di area lahan kering dan hutan yang rentan terbakar selama musim kemarau.

BMKG memperkirakan suhu udara di wilayah NTT berada pada kisaran 13 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 45 hingga 90 persen.

Riris menjelaskan bahwa peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG merupakan gambaran akumulasi kondisi cuaca harian tertinggi pada tingkat kabupaten atau kota. Untuk memperoleh informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan dan desa, masyarakat dapat mengakses layanan resmi BMKG melalui situs cuaca.

Selain itu, BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca selama 24 jam melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk layanan telepon, WhatsApp, media sosial resmi, serta aplikasi Info BMKG guna membantu masyarakat memperoleh informasi cuaca terkini secara cepat dan akurat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, terutama selama musim kemarau, guna mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan oleh angin kencang dan cuaca kering di wilayah NTT.