BGN Temukan Data Ganda dalam Audit MBG, SPPG Tak Layak Terancam Ditutup

BGN Temukan Data Ganda dalam Audit MBG, SPPG Tak Layak Terancam Ditutup

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menyatakan siap menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan operasional berdasarkan hasil audit yang tengah dilakukan.

Langkah tersebut diambil bersamaan dengan kebijakan moratorium atau penghentian sementara pembangunan dapur MBG baru. Menurut Agustina, kebijakan ini diperlukan untuk memberikan ruang bagi proses penataan ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap unit-unit yang telah beroperasi.

“Untuk sementara kami hentikan dulu agar dapat dilakukan penataan ulang,” ujar Agustina, Selasa (16/6/2026).

Dalam proses audit, BGN menemukan ketidaksesuaian data operasional dapur MBG. Berdasarkan data virtual account, awalnya tercatat sebanyak 27.877 dapur beroperasi. Namun setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, ditemukan 57 data ganda sehingga jumlah yang valid terkoreksi menjadi 27.820 dapur.

Fokus pada Ketepatan Sasaran

Agustina menegaskan bahwa penataan program tidak hanya berfokus pada jumlah dapur yang tersedia, tetapi lebih mengutamakan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG harus disesuaikan dengan kebutuhan intervensi gizi berdasarkan data anak-anak yang menjadi target program pemerintah.

Sebagai bagian dari proses evaluasi, sejumlah dapur yang dinilai tidak layak atau tidak memenuhi standar operasional berpotensi digabungkan dengan unit lain maupun ditutup secara permanen.

BGN menilai langkah tersebut penting untuk memastikan efektivitas program serta menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Gandeng Kemenkes dan Ahli Gizi

Untuk memperkuat pelaksanaan program MBG, BGN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam penyusunan basis data kesehatan yang lebih akurat. Selain itu, lembaga tersebut juga melibatkan para ahli gizi guna memastikan standar nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Agustina menegaskan bahwa tujuan utama program MBG adalah memastikan bantuan gizi tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia.

“Yang menjadi fokus kami adalah penerima manfaat yang benar-benar menjadi target intervensi pemerintah agar kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Melalui proses penataan dan evaluasi yang sedang berlangsung, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan dampak nyata dalam upaya peningkatan kualitas gizi nasional.