Korea Utara membatalkan ajang lari Pyongyang Marathon yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026 di ibu kota Pyongyang. Pembatalan tersebut diumumkan oleh Koryo Tours, agen perjalanan berbasis di Beijing yang selama ini menjadi penyelenggara perjalanan bagi peserta internasional.
Koryo Tours menyampaikan bahwa keputusan pembatalan tersebut berasal dari asosiasi atletik Korea Utara dan telah dikonfirmasi secara resmi. Namun hingga saat ini tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pembatalan ajang olahraga tersebut.
Agen perjalanan tersebut juga memastikan bahwa seluruh biaya yang telah dibayarkan oleh para peserta akan dikembalikan sepenuhnya.
Maraton Internasional Sempat Digelar Kembali pada 2025
Pada April 2025, Pyongyang sempat menjadi tuan rumah maraton internasional untuk pertama kalinya setelah enam tahun tidak diselenggarakan akibat pandemi COVID-19.
Pyongyang Marathon 2025 diikuti oleh pelari amatir dari sekitar 45 negara yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut. Kembalinya ajang tersebut sempat menjadi tanda dibukanya kembali kegiatan internasional di negara tersebut setelah masa pembatasan panjang.
Namun, tidak semua negara diizinkan untuk mengikuti ajang tersebut. Pelari dari beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam Pyongyang Marathon.
Ajang Maraton Terbuka untuk Pelari Amatir
Pyongyang Marathon pertama kali dibuka untuk pelari amatir internasional pada tahun 2014. Sejak saat itu, lomba ini menjadi salah satu ajang olahraga internasional yang unik karena digelar di Korea Utara.
Kompetisi tersebut biasanya menghadirkan beberapa kategori lomba, mulai dari full marathon sejauh 42,195 kilometer, half marathon, hingga lomba lari jarak 10 kilometer dan 5 kilometer.
Ajang maraton ini sebelumnya rutin digelar setiap tahun hingga Korea Utara menutup perbatasan wilayahnya pada awal 2020 sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.
Dikutip dari antaranews.com