DPR Nilai Proyek Masela Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

DPR Nilai Proyek Masela Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati menilai peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Abadi Blok Masela di Maluku menjadi tonggak baru dalam memperkuat kedaulatan energi nasional.

Menurut Sari, proyek dengan nilai investasi ratusan triliun rupiah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia timur.

“Groundbreaking proyek Masela bukan sekadar dimulainya pembangunan infrastruktur energi, ini adalah simbol optimisme baru Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat daya saing nasional, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” kata Sari dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai dimulainya pembangunan PSN LNG Abadi Blok Masela menunjukkan keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan investasi produktif yang berorientasi jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Diharapkan Berikan Efek Berganda bagi Ekonomi

Sari mengatakan proyek tersebut diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.

Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini diperkirakan mampu menggerakkan sektor industri pendukung, meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat penerimaan negara, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di Maluku dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, sektor energi masih menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia mendorong seluruh proyek strategis nasional dapat diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Tantangannya bukan lagi sekadar memiliki cadangan energi, tetapi bagaimana mengelolanya secara profesional, transparan, berkelanjutan, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Sari juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, serta investor dalam merealisasikan proyek tersebut.

Ia memastikan DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.

“Dengan kolaborasi yang baik, saya optimistis proyek ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang,” katanya.

Investasi Capai Rp342 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking PSN LNG Abadi Blok Masela secara virtual dari Jakarta pada Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyebut proyek tersebut merupakan salah satu proyek strategis yang telah dinantikan hampir tiga dekade dan harus diselesaikan sesuai target agar segera memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.

Sementara itu, prosesi groundbreaking di lokasi proyek dipimpin langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Bahlil menjelaskan proyek LNG Abadi Blok Masela memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp342 triliun. Nilai tersebut telah mencakup tambahan investasi sebesar 1 miliar dolar AS untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa mencapai 150 juta kaki kubik per hari.

Menurut Bahlil, sebagian besar produksi gas dari Blok Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

“Dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor,” ujarnya.