Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Senin (1/12). Founder WH-Project, William Hartanto, menyebut indeks berpeluang rebound setelah berhasil menjadikan level 8.500 sebagai support baru.
Ia menilai saat ini terjadi rotasi sektor yang kembali mengarah pada saham-saham new blue chips milik konglomerat. Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG masih datang dari sektor perbankan.
“IHSG mulai menunjukkan sinyal pemulihan, meski tekanan dari perbankan tetap perlu diwaspadai,” ujar William dalam riset hariannya.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Dengan sentimen tersebut, William memprediksi IHSG bergerak di rentang support 8.500 dan resistance 8.600. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni ASII, DEWA, PGAS, dan UNTR.
Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam fase wave (iii) dari wave [iii], dengan peluang penguatan menuju 8.660. Namun, ia mengingatkan bahwa koreksi jangka pendek mungkin terjadi di rentang 8.460–8.491 untuk menguji kekuatan area support.
“Kondisi ini menunjukkan IHSG masih punya ruang menguat, tetapi risiko koreksi jangka pendek tetap perlu dicermati,” ujar Herditya.
Menurutnya, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada pada level support 8.491 dan 8.428, sementara resistance berada di 8.616 dan 8.660. Ia merekomendasikan beberapa saham seperti ASII, BBRI, PTRO, dan TPIA.
Penutupan IHSG pada Akhir Pekan Lalu
IHSG sebelumnya ditutup pada level 8.508 pada Jumat (28/11), melemah 37,15 poin atau 0,43 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor mencapai Rp20,30 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,98 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, tercatat 282 saham menguat, 370 saham melemah, dan 159 stagnan.
Dikutip dari cnnindonesia.com