JICA Siap Dukung Penanganan dan Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

JICA Siap Dukung Penanganan dan Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Japan International Cooperation Agency (JICA) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penanganan darurat serta pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Majelis Perwakilan JICA Indonesia, Soichiro Machida, mengatakan bahwa bencana yang terjadi di Aceh menjadi perhatian publik di Jepang karena hubungan sejarah yang panjang antara kedua pihak.

Machida menegaskan bahwa JICA siap memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan teknis, mobilisasi logistik, hingga bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Aceh. Ia juga menyampaikan keinginan JICA untuk turut serta dalam survei lapangan dan diskusi lanjutan terkait kondisi terkini di daerah terdampak.

JICA sebelumnya berperan penting dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami 2004, sebuah kerja sama yang kembali diperkuat pada peringatan 20 tahun Tsunami Aceh pada 2024.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyambut baik keterlibatan JICA. Ia membuka peluang bagi lembaga tersebut untuk ikut membantu perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor. Nasir menyebut kondisi saat ini menyerupai situasi pascatsunami kedua, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan terukur.

Pemerintah Aceh juga mendorong JICA untuk mengidentifikasi titik-titik prioritas yang memerlukan rekonstruksi mendesak. Berdasarkan data sementara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada berbagai fasilitas publik, termasuk 138 kantor pemerintahan, 201 sekolah, 302 titik jalan, serta 152 jembatan. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 1.418.872 jiwa di 18 kabupaten/kota.

Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Aceh membuka diri terhadap semua bentuk bantuan yang dapat mempercepat pemulihan. Ia berharap keterlibatan JICA dapat memperkuat upaya percepatan rekonstruksi dan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak.

Dikutip dari metrotvnews.com