Kanker usus besar selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena semakin banyak kasus kanker usus besar yang terdiagnosis pada usia lebih muda.
Salah satu faktor yang dinilai berperan besar dalam meningkatnya risiko kanker usus besar adalah pola makan sehari-hari. Beberapa jenis makanan dan minuman tertentu diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit ini, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Mengutip National Library of Medicine dan berbagai sumber ilmiah lainnya, berikut sejumlah makanan dan minuman yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kanker usus besar.
Konsumsi daging merah dan daging merah olahan menjadi salah satu faktor risiko utama. Sejumlah studi mengaitkan asupan daging merah dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Penelitian menunjukkan metabolit yang dihasilkan tubuh saat mencerna daging merah, serta perubahan mikrobioma usus, dapat berkontribusi terhadap munculnya kanker usus besar, termasuk pada individu berusia di bawah 60 tahun. Pasien usia muda yang mengonsumsi daging merah dan daging olahan dalam jumlah tinggi tercatat memiliki kadar metabolit berbahaya yang lebih tinggi di usus.
Makanan ultraolahan atau ultra-processed food (UPF) juga patut diwaspadai. Studi pada 2023 menemukan bahwa konsumsi makanan ultraolahan berkaitan dengan meningkatnya risiko terbentuknya prekursor kanker usus besar, seperti polip, tumor, dan lesi pada usus. Makanan jenis ini umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta bahan tambahan, namun rendah serat dan nutrisi. Contohnya meliputi daging olahan, minuman manis, sereal instan, makanan beku siap saji, keripik, dan permen.
Minuman beralkohol turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker usus besar. Studi pada 2023 menunjukkan hubungan dosis-respons, di mana semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi risikonya. Konsumsi satu hingga dua minuman beralkohol per minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 7 persen, tiga hingga empat minuman sebesar 14 persen, dan lebih dari lima minuman per minggu hingga 27 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.
Selain itu, minuman manis yang mengandung gula juga dikaitkan dengan risiko kanker usus besar yang muncul lebih dini. Penelitian Cleveland Clinic dan jurnal Gut yang menganalisis data hampir 96.000 wanita menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi dua atau lebih minuman manis bergula per hari memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker usus besar dini dibandingkan dengan yang mengonsumsi kurang dari dua minuman per hari. Setiap tambahan satu minuman manis berukuran sekitar delapan ons per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 16 persen.
Biji-bijian olahan seperti nasi putih, roti putih, dan produk tepung olahan juga dinilai kurang mendukung kesehatan usus. Proses pengolahan membuat makanan ini kehilangan sebagian besar serat, vitamin, dan mineral. Rendahnya asupan serat dapat memperlambat pergerakan usus dan meningkatkan paparan dinding usus terhadap zat berbahaya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kanker usus besar. Sebaliknya, biji-bijian utuh yang kaya serat diketahui dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan risiko penyakit ini.
Dengan meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih pola makan sehari-hari. Mengurangi konsumsi makanan berisiko dan memperbanyak asupan makanan bergizi seimbang dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan usus sejak dini.
Dikutip dari cnnindonesia.com