Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa WIB, di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global sepanjang tahun ini.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa, 13 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka melemah 0,4 persen menjadi USD63,08 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun 0,4 persen ke level USD58,86 per barel.
Tekanan terhadap harga minyak dipicu oleh proyeksi sejumlah lembaga keuangan global yang memperkirakan pasokan minyak akan meningkat. Goldman Sachs menilai harga minyak cenderung bergerak lebih rendah pada 2026 seiring bertambahnya pasokan di pasar global yang berpotensi menciptakan surplus.
Selain faktor pasokan, dinamika geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga. Kekhawatiran bahwa ekspor minyak Iran dapat terganggu akibat penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah sempat menopang harga. Namun, pasar kini juga memperhitungkan potensi tambahan pasokan dari Venezuela, sesama anggota OPEC, yang menekan harga lebih lanjut.
Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan respons terhadap penanganan protes nasional di negara tersebut. Trump juga menyebut kemungkinan pertemuan dengan pejabat Iran serta ancaman tindakan lebih lanjut apabila kekerasan terhadap pengunjuk rasa terus berlanjut.
Data pelacakan kapal menunjukkan Iran saat ini memiliki volume minyak yang mengapung di laut dalam jumlah besar, setara dengan sekitar 50 hari produksi. Kondisi ini terjadi seiring menurunnya pembelian dari Tiongkok akibat sanksi, serta upaya Teheran mengamankan pasokan dari risiko gangguan eksternal.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar menilai harga minyak masih akan bergerak volatil dalam jangka pendek, dengan tekanan utama berasal dari ekspektasi kelebihan pasokan global dan perkembangan geopolitik yang terus dipantau.
Dikutip dari metrotvnews.com