Petani Hilang Terseret Arus Sungai di Aceh Saat Pulang Usai Berkebun

Petani Hilang Terseret Arus Sungai di Aceh Saat Pulang Usai Berkebun

Tim SAR gabungan masih mencari seorang petani yang dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai di Desa Sabet Jaya, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan korban bernama Ibrahim, 57 tahun, warga Desa Sabet, Kecamatan Lamno.

“Korban dilaporkan hilang terseret arus sungai sepulang dari kebun pada Minggu (18/10) sore. Pencarian korban masih berlangsung dan melibatkan tim gabungan bersama masyarakat,” kata Ibnu di Banda Aceh, Selasa.

Peristiwa bermula ketika Ibrahim bersama anaknya pulang dari kebun dengan menyeberangi sungai. Saat itu, hujan deras terjadi di bagian hulu sehingga debit air sungai tiba-tiba meningkat dan arus menjadi kuat.

Korban kemudian terseret arus, tenggelam, dan hingga kini belum ditemukan. Sementara anak korban berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat.

Basarnas Banda Aceh menerima informasi mengenai korban dari personel Polsek Lamno dan langsung memberangkatkan tim pencarian dan penyelamatan.

Pencarian Dilanjutkan hingga 3,5 Kilometer

Pencarian pertama dilakukan pada Senin (19/10) dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Tim pertama menyisir sungai menggunakan perahu karet dari lokasi terakhir korban terlihat hingga ke arah hilir sejauh satu kilometer.

Tim kedua melakukan penyisiran melalui jalur darat ke arah hilir dengan jarak yang sama. Namun, korban belum ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Selasa (20/10).

Pada pencarian hari kedua, tim kembali dibagi menjadi dua. Tim pertama menyisir perairan menggunakan perahu karet sejauh 3,5 kilometer, sedangkan tim kedua menyisir wilayah daratan ke arah hilir dengan jarak 3,5 kilometer.

Libatkan TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat

Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Banda Aceh, TNI dari Koramil Lamno, anggota Polsek Lamno, BPBD Kabupaten Aceh Jaya, Satgas SAR Aceh Jaya, serta masyarakat.

Ibnu mengatakan seluruh unsur tersebut terus melakukan penyisiran untuk menemukan Ibrahim yang hilang setelah terseret arus sungai.