Pembalap Slovenia Tadej Pogacar dari tim UAE Emirates-XRG kembali merebut jersi kuning Tour de France 2026 setelah tampil impresif dan memenangi etape keenam yang finis di Gavarnie-Gedre, Prancis, Kamis (9/7).
Juara Tour de France empat kali tersebut memastikan kemenangan melalui aksi solo spektakuler di tanjakan legendaris Col du Tourmalet sebelum melaju sendirian sejauh 43 kilometer menuju garis finis.
Keberhasilan tersebut menjadi kemenangan etape ke-23 Pogacar sepanjang kariernya di Tour de France.
“Saya rasa kemenangan ini masuk lima besar kemenangan saya di Tour de France. Ini kemenangan yang luar biasa dan salah satu yang paling manis,” ujar Pogacar seperti dikutip dari laman resmi Tour de France.
“Kami membalap seolah tidak ada yang perlu disesali. Jika kami gagal, kami gagal, tetapi pada akhirnya kami berhasil dan saya sangat bangga dengan seluruh tim. Ini adalah kerja sama yang luar biasa,” lanjutnya.
Masuk Lima Besar Pembalap dengan Kemenangan Etape Terbanyak
Tambahan satu kemenangan membuat Pogacar melampaui catatan 22 kemenangan etape milik André Darrigade dan kini menempati posisi kelima dalam daftar pembalap dengan kemenangan etape terbanyak sepanjang sejarah Tour de France.
Tak hanya itu, ia juga mencatat sejarah sebagai juara dunia bertahan pertama yang berhasil menjadi pembalap tercepat di kategori King of the Mountains (KOM) di puncak Col du Tourmalet.
Pada etape keenam, Jonas Vingegaard dari Visma-Lease a Bike finis di posisi kedua dengan selisih 2 menit 38 detik. Sementara rekan setim Pogacar, Isaac del Toro, menyelesaikan balapan di posisi ketiga dengan jarak 2 menit 57 detik dari sang pemenang.
Ambil Alih Klasemen Umum dari Torstein Træen
Hasil gemilang tersebut membawa Pogacar kembali memimpin klasemen umum sekaligus merebut jersi kuning dari pembalap Uno-X Mobility, Torstein Træen.
Træen kehilangan banyak waktu setelah tertinggal di pendakian Col du Tourmalet dan mengalami kecelakaan saat menuruni tanjakan ikonis tersebut.
Etape keenam sendiri menjadi salah satu rute paling berat di Tour de France 2026 dengan lintasan dari Pau menuju Gavarnie-Gedre yang menyajikan total tanjakan lebih dari 4.000 meter, termasuk melewati Col d’Aspin dan Col du Tourmalet.
“Saya tidak menghitung detik atau menit, saya hanya ingin melaju secepat mungkin sampai finis. Saya tidak berpikir akan mengambil jersi kuning hari ini,” kata Pogacar.
Kini, Pogacar memimpin klasemen umum Tour de France 2026 dengan keunggulan 2 menit 38 detik atas Jonas Vingegaard.
Sementara itu, Torstein Træen tetap mampu menyelesaikan etape meski kehilangan waktu hingga 29 menit 55 detik akibat kecelakaan yang dialaminya. Pogacar pun berharap pembalap asal Norwegia tersebut segera pulih dan kembali tampil kompetitif pada etape-etape berikutnya.