Potensi Kerja Sama Ekonomi RI–Belarus Tembus 500 Juta Dolar AS, Kata Menlu

Potensi Kerja Sama Ekonomi RI–Belarus Tembus 500 Juta Dolar AS, Kata Menlu

Pemerintah Indonesia dan Belarus membahas potensi kerja sama ekonomi senilai sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) dalam forum bisnis yang digelar menjelang pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko. Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara meningkatkan perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan hasil forum bisnis yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026, menunjukkan potensi kerja sama ekonomi yang cukup besar. Menurutnya, kedua kepala negara sepakat bahwa hubungan perdagangan dan investasi masih memiliki ruang yang luas untuk terus ditingkatkan.

“Kalau saya tidak salah laporannya itu 500 juta (dolar AS) dan saya kira ini juga kedua Presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara,” ujar Sugiono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Sugiono menjelaskan pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Pertemuan tersebut sebelumnya menghasilkan komitmen untuk memperluas hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus.

Menurutnya, pertemuan kedua pemimpin negara di Jakarta menjadi momentum penting untuk membawa hubungan bilateral ke tahap yang lebih intensif. Penguatan kerja sama tersebut juga didukung oleh telah ditandatanganinya perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan Belarus sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia dan Belarus juga meluncurkan roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis. Peta jalan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memperluas kolaborasi kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, hingga sektor lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus,” kata Sugiono.

Pemerintah menyebut ketahanan pangan dan ketahanan energi menjadi dua sektor prioritas dalam kerja sama kedua negara. Selain itu, Indonesia dan Belarus juga membahas peluang kolaborasi di sektor pertanian, termasuk penyediaan bahan baku pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian nasional.

Kunjungan Presiden Alexandr Lukashenko ke Indonesia merupakan kunjungan keduanya setelah lawatan pertama pada 2013. Pemerintah berharap hubungan bilateral yang semakin erat dapat mendorong peningkatan perdagangan, investasi, serta kerja sama strategis yang saling menguntungkan bagi kedua negara.