Tips Ahli Gizi Menyimpan Makanan untuk Cegah Kerusakan Zat Gizi

Tips Ahli Gizi Menyimpan Makanan untuk Cegah Kerusakan Zat Gizi

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa penyimpanan makanan sebaiknya dilakukan sejak awal proses memasak, bukan dari makanan sisa yang telah matang dan kemudian dipanaskan ulang. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah rusaknya kandungan zat gizi di dalam makanan.

Menurut Rita, menyimpan makanan sisa lalu memanaskannya kembali bukanlah praktik yang ideal. Ia menekankan perlunya perencanaan sejak awal dalam menentukan porsi makanan yang akan langsung dikonsumsi dan bagian yang akan disimpan.

Sebagai contoh, Rita menjelaskan pada olahan rendang. Penyimpanan sebaiknya dilakukan saat proses memasak masih berada pada tahap kalio atau gulai. Pada tahap tersebut, sebagian masakan bisa disisihkan untuk disimpan, sementara sisanya dilanjutkan hingga menjadi rendang matang.

Apabila rendang matang sudah habis dikonsumsi, kalio yang sebelumnya disimpan dapat dimasak kembali hingga menjadi rendang. Dengan cara ini, proses pemasakan hanya dilakukan satu kali secara optimal sehingga kualitas gizi lebih terjaga.

Hal serupa juga berlaku pada masakan berkuah santan seperti opor. Rita menyarankan, bila ingin menyimpan opor, makanan sebaiknya disisihkan saat baru mencapai satu kali titik didih dan belum dimasak terlalu lama. Opor yang disimpan pada tahap ini masih aman untuk dipanaskan ulang dan disajikan kembali.

Ia menegaskan bahwa pemisahan makanan sejak awal antara porsi yang akan langsung habis dan porsi yang akan disimpan merupakan langkah penting untuk mencegah kerusakan zat gizi.

Lebih lanjut, Rita mengingatkan bahwa makanan yang dimasak dalam waktu lama, seperti rendang, perlu perhatian khusus bila ingin dipanaskan ulang. Proses memasak rendang yang panjang, melibatkan santan dan paparan suhu tinggi, berpotensi mempercepat kerusakan zat gizi jika dilakukan pemanasan berulang.

Meski santan relatif stabil karena mengandung lemak MCT, pemanasan berulang pada masakan yang sudah lama dimasak tetap berisiko memicu kerusakan zat gizi dan pembentukan senyawa kimia tertentu. Berbeda halnya dengan masakan bersantan yang dimasak singkat, seperti sayur lodeh, yang hanya melalui satu kali titik didih dan masih relatif aman untuk dipanaskan kembali.

Dengan perencanaan penyimpanan sejak awal proses memasak, Rita menilai kualitas gizi makanan dapat lebih terjaga sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat pemanasan berulang.

Dikutip dari antaranews.com