Fenomena Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana kini tidak lagi eksklusif bagi investor berpengalaman atau kalangan usia tua. Di era digital, IPO mulai menarik perhatian kaum muda, khususnya Generasi Z (Gen-Z), seiring meningkatnya peran media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang cepat dan masif.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan penawaran umum sebagai kegiatan emiten yang menawarkan dan menjual efek kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Efek yang dimaksud meliputi surat berharga seperti saham, obligasi, unit penyertaan, kontrak berjangka atas efek, serta berbagai instrumen derivatif lainnya.
Perkembangan media sosial memungkinkan informasi investasi tersebar tanpa batas ruang dan waktu. Platform seperti TikTok menyajikan beragam konten edukatif dalam bentuk foto dan video yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Kondisi ini membuat peluang investasi, termasuk IPO, semakin dikenal oleh generasi muda.
Beberapa bulan lalu, pasar modal Indonesia dihebohkan oleh IPO sejumlah emiten, salah satunya PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu. Berdasarkan data resmi e-IPO pada Jumat (4/7/2025), jumlah permintaan awal IPO CDIA mencapai 187,98 miliar saham atau sekitar 400 kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan, sehingga mencatatkan kondisi oversubscribed.
Tingginya minat terhadap IPO tersebut menunjukkan besarnya antusiasme investor ritel, termasuk Gen-Z. Survei mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna media sosial di Indonesia berasal dari kalangan Gen-Z, sebagaimana disampaikan Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, pada 28 Agustus 2025.
Masuknya generasi muda sebagai investor baru menegaskan kuatnya pengaruh media sosial dalam menyampaikan informasi yang relevan dan tepat sasaran. Konten yang dikemas secara sederhana dan visual membuat topik investasi yang sebelumnya dianggap rumit menjadi lebih mudah dipahami.
Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membentuk tren investasi baru. Fenomena IPO di kalangan Gen-Z mencerminkan perubahan signifikan dalam pola partisipasi masyarakat muda di pasar modal Indonesia.
Dikutip dari tangerangdaily.id