Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026) di tengah penantian pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026.
Mengutip data RTI, IHSG pada pembukaan perdagangan berada di level 6.273,571. Hingga pukul 09.27 WIB, indeks menguat 35,479 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.267,259.
Dalam lima hari terakhir, IHSG juga mencatatkan kenaikan sebesar 64,793 poin atau 1,07 persen hingga berada di level 6.299,342, mencerminkan mulai pulihnya optimisme pelaku pasar.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (20/7/2026), IHSG dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke level 6.197,48. Penguatan berlanjut hingga penutupan perdagangan, dengan indeks ditutup naik 56,25 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.231,78.
IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 6.000-6.300
Founder Republik Investor sekaligus pengamat pasar modal, Hendra Wardana, memperkirakan pergerakan IHSG sepanjang pekan RDG Bank Indonesia akan berada pada kisaran 6.000 hingga 6.300.
Menurutnya, sentimen domestik maupun global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan pasar.
“Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.300 sepanjang pekan RDG BI, dengan level 6.500 menjadi area penopang penting,” ujar Hendra.
Kapitalisasi Pasar BEI Naik
Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat kinerja positif selama periode perdagangan 13-17 Juli 2026. Sejumlah indikator utama mengalami peningkatan, mulai dari IHSG, kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi harian.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan kapitalisasi pasar BEI meningkat 3,95 persen menjadi Rp10.749 triliun dari Rp10.340 triliun pada pekan sebelumnya.
Selain itu, IHSG selama sepekan menguat 4,24 persen dan ditutup pada level 6.175,535, dibandingkan posisi 5.924,360 pada pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun dari Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham dibandingkan 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Investor Menunggu Keputusan BI Rate
Pelaku pasar saat ini masih bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil RDG Bank Indonesia. Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah penetapan BI Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen setelah dinaikkan tiga kali dengan total 100 basis poin sepanjang 2026.
Menurut Hendra, perhatian investor tidak hanya tertuju pada besaran suku bunga, tetapi juga pada sinyal kebijakan (forward guidance) yang akan disampaikan Bank Indonesia terkait stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta prospek arus modal asing.
Ia menilai, apabila Bank Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi, respons pasar berpotensi tetap positif karena ekspektasi tersebut telah diperhitungkan oleh investor.
Namun, apabila bank sentral memberikan sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif, IHSG berpotensi mengalami tekanan jangka pendek, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Meski demikian, kebijakan tersebut juga dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.