Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat. Penguatan tersebut menutup pekan yang dipenuhi berbagai sentimen pasar, mulai dari debut produsen semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, di Nasdaq hingga meredanya kekhawatiran investor setelah harga minyak mentah bergerak lebih rendah.
Mengutip Xinhua, Sabtu (11/7/2026), indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen ke level 52.637,01. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,42 persen menjadi 7.575,39 dan Nasdaq Composite bertambah 0,29 persen ke posisi 26.281,61.
Mayoritas sektor dalam indeks S&P 500 ditutup di zona hijau. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama mencatat penguatan, dengan sektor material memimpin kenaikan sebesar 1,12 persen, disusul sektor jasa komunikasi yang naik 0,92 persen. Adapun sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah setelah terkoreksi 0,81 persen.
Debut SK Hynix Perkuat Optimisme Sektor AI
Sentimen positif di pasar saham didorong oleh debut SK Hynix di bursa Nasdaq. Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan yang dikenal sebagai pemasok utama memori bandwidth tinggi untuk Nvidia tersebut mulai diperdagangkan dengan kode saham SKHYV setelah berhasil menghimpun dana sebesar USD26,5 miliar melalui penawaran saham.
Pada hari pertama perdagangan, saham SK Hynix dibuka di harga USD170 per saham dan ditutup pada level USD168,01. Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 12,76 persen dibandingkan harga penawaran awal sebesar USD149 per saham.
Keberhasilan debut SK Hynix turut meningkatkan optimisme terhadap prospek industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan memberikan dorongan bagi saham-saham sektor teknologi.
Saham SanDisk menguat 3,1 persen, sementara Western Digital naik 0,78 persen. Namun, Micron Technology masih berada di zona negatif dengan penurunan sebesar 1,24 persen.
The Fed Tegaskan Fokus Kendalikan Inflasi
Selain sentimen dari sektor teknologi, investor juga mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat setelah Federal Reserve menyampaikan Laporan Kebijakan Moneter semesterannya kepada Kongres.
Dalam laporan tersebut, bank sentral AS kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga di tengah inflasi yang masih berada di level tinggi. The Fed menilai tekanan inflasi di sektor jasa diperkirakan hanya bersifat sementara.
Federal Reserve juga menjelaskan bahwa kenaikan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi gangguan dari sisi pasokan, termasuk terganggunya distribusi energi akibat konflik di Timur Tengah, penerapan tarif terhadap sejumlah barang konsumsi, serta meningkatnya permintaan global terhadap semikonduktor canggih yang digunakan dalam pembangunan pusat data untuk teknologi AI.
Saham Delta Air Lines Tertekan
Di sisi lain, saham Delta Air Lines justru ditutup melemah 1,81 persen meski perusahaan membukukan kinerja keuangan kuartal II yang melampaui ekspektasi analis Wall Street serta kembali memberikan proyeksi kinerja positif untuk sepanjang tahun fiskal.
CEO Delta Air Lines Ed Bastian mengatakan industri penerbangan masih menghadapi tantangan meskipun harga bahan bakar pesawat mengalami penurunan. Menurutnya, harga tiket pesawat belum mampu mengimbangi kenaikan biaya operasional dan perubahan pola permintaan konsumen.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar maskapai penerbangan di Amerika Serikat masih menghadapi tekanan untuk meningkatkan profitabilitas di tengah dinamika ekonomi global.