Trump menyebut kesepakatan itu akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Selain itu, perjanjian tersebut juga diklaim akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Meski demikian, perkembangan negosiasi masih diwarnai perbedaan pandangan. Trump sempat mengkritik pernyataan pejabat Iran yang dinilainya tidak sesuai dengan isi pembahasan yang berlangsung. Di sisi lain, Pakistan sebagai mediator utama dalam proses perundingan menyatakan bahwa teks akhir kesepakatan telah berhasil disepakati dan saat ini memasuki tahap finalisasi.
Optimisme terhadap perdamaian di Timur Tengah membuat pasar cenderung mengabaikan data inflasi Amerika Serikat yang sebenarnya menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Mei mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, terutama akibat lonjakan harga energi.
Meski inflasi utama meningkat, inflasi inti masih menunjukkan pergerakan yang lebih moderat. Namun demikian, kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat membuat Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan.
Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan yang menjadi pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Selain The Fed, sejumlah bank sentral utama dunia seperti Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE) juga dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga.
Sementara itu, mata uang poundsterling turut menjadi sorotan setelah data ekonomi menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris mengalami kontraksi 0,1 persen pada April 2026. Data tersebut menandai penurunan bulanan pertama sejak Agustus tahun lalu dan menambah tantangan bagi Bank of England dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi.
Analis Macquarie, Thierry Wizman, menilai pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi menekan harga minyak global. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara pengimpor minyak dan mendorong penguatan mata uang mereka terhadap dolar AS.
Secara keseluruhan, arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi perkembangan negosiasi Iran-AS, dinamika harga minyak dunia, serta keputusan kebijakan moneter dari berbagai bank sentral utama dunia dalam beberapa hari ke depan.