Ini Sejumlah Faktor yang Menjaga Tren Kenaikan Harga Emas

Ini Sejumlah Faktor yang Menjaga Tren Kenaikan Harga Emas

Harga emas diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Prospek positif tersebut didukung kombinasi sinyal teknikal yang semakin mengarah ke tren bullish serta sentimen fundamental yang masih mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berhasil bertahan di atas area support penting. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang kenaikan dalam jangka pendek.

“Kombinasi indikator teknikal yang semakin mengarah ke tren bullish serta sentimen fundamental yang masih mendukung aset safe haven menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum kenaikan harga,” kata Geraldo dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Geraldo menjelaskan bahwa pada grafik H1, harga emas mampu bertahan di atas level support USD4.025. Area tersebut dinilai menjadi titik krusial karena berhasil menahan tekanan jual sekaligus memicu kembali minat beli dari pelaku pasar.

“Bertahannya harga di atas support tersebut menunjukkan buyer mulai mengambil alih kendali sehingga peluang kenaikan masih terbuka dalam waktu dekat,” ujarnya.

Menurutnya, bertahannya harga di atas level support tersebut juga memperlihatkan terbentuknya pola higher low, yakni kondisi ketika titik terendah terbaru berada lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Pola ini menjadi salah satu indikasi bahwa tren kenaikan jangka pendek masih terjaga.

“Selama harga mampu bertahan di atas level support USD4.025, peluang penguatan masih cukup besar. Area tersebut menjadi level penting yang perlu diperhatikan trader sebagai penentu arah pergerakan berikutnya,” katanya.

Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance pertama di level USD4.115. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, peluang penguatan diproyeksikan berlanjut hingga area USD4.168 sebagai resistance berikutnya.

Dari sisi teknikal, indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34 juga mulai berubah fungsi menjadi dynamic support. Kondisi tersebut menunjukkan momentum beli mulai mendominasi setelah sebelumnya pasar lebih banyak berada dalam tekanan jual.

Selain itu, indikator Stochastic memberikan sinyal bullish setelah bergerak naik dari area oversold dan membentuk pola bullish crossover. Sinyal tersebut mengindikasikan potensi peningkatan momentum beli dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Selain faktor teknikal, prospek penguatan emas juga didukung kondisi fundamental global. Ketidakpastian ekonomi dunia serta meningkatnya risiko geopolitik mendorong investor kembali memburu aset safe haven, termasuk emas.

Pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan pelaku pasar. Pelemahan dolar AS berpotensi memberikan ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi, terutama apabila pasar mulai memperkirakan Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif, termasuk membuka peluang penurunan suku bunga.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield juga dapat meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan biaya peluang kepemilikan logam mulia tersebut.

Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, seperti inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung positif. Selama harga bertahan di atas level support USD4.025, peluang kenaikan menuju resistance USD4.115 tetap terbuka. Jika resistance tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, penguatan diperkirakan dapat berlanjut hingga area USD4.168.

“Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat serta potensi dukungan dari sentimen fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama untuk pergerakan emas dalam jangka pendek,” ujar Geraldo.