Nilai Tukar Dolar AS Terkoreksi Ringan pada Perdagangan Hari Ini

Nilai Tukar Dolar AS Terkoreksi Ringan pada Perdagangan Hari Ini

Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Senin waktu setempat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Iran dan Israel menghentikan serangan satu sama lain. Di saat yang sama, pelaku pasar global mulai mengalihkan fokus pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Investing.com pada Selasa, 9 Juni 2026, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap sekeranjang mata uang utama dunia turun 0,1 persen ke level 100,00.

Meski melemah pada perdagangan terakhir, indeks dolar sebelumnya baru saja mencatatkan kenaikan mingguan terbaik sejak pertengahan Maret. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.

Laporan nonfarm payrolls (NFP) periode Mei mencatat penambahan lapangan kerja yang melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup solid, sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain itu, sejumlah indikator ketenagakerjaan lain yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan kondisi ekonomi AS yang relatif kuat. Situasi tersebut membuat perhatian pasar kini beralih pada perkembangan inflasi yang menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan bank sentral AS.

Pasar Menanti Data Inflasi AS

Pelaku pasar akan mencermati laporan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) yang dijadwalkan dirilis masing-masing pada Rabu dan Kamis pekan ini.

Kedua data tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi di Amerika Serikat. Jika angka inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga atau setidaknya kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama dapat meningkat.

Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen positif bagi dolar AS karena imbal hasil investasi berbasis dolar menjadi lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya.

Sebaliknya, apabila tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar berpotensi kembali memperkirakan peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam jangka menengah.

Iran dan Israel Hentikan Serangan

Di sisi geopolitik, sentimen pasar membaik setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian serangan militer satu sama lain. Langkah tersebut dilakukan menyusul seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta kedua negara untuk segera menghentikan eskalasi konflik.

Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka dapat melanjutkan serangan apabila Israel terus melakukan operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya akan memberikan respons tegas apabila kembali mendapat serangan dari Iran.

Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah memperingatkan Netanyahu terkait risiko konflik yang lebih luas apabila perang dengan Iran kembali meningkat. Menurut Trump, Israel berpotensi menghadapi situasi yang lebih sulit jika bertindak tanpa dukungan internasional yang memadai.

Selat Hormuz Jadi Perhatian Dunia

Salah satu isu penting dalam upaya meredakan konflik adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi kawasan tersebut sehingga stabilitas wilayah menjadi perhatian utama pasar internasional.

Washington disebut menjadikan pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut sebagai salah satu poin penting dalam pembahasan perdamaian dengan Teheran.

Di tengah situasi tersebut, militer Amerika Serikat pada Senin dilaporkan menghentikan sebuah kapal tanker minyak tanpa muatan di Teluk Oman yang berupaya menuju pelabuhan Iran. Kapal tersebut disebut melanggar blokade yang masih diberlakukan terhadap Iran.

Dengan meredanya ketegangan Iran-Israel, permintaan terhadap aset aman seperti dolar AS mulai berkurang. Namun arah pergerakan mata uang tersebut dalam jangka pendek masih akan sangat ditentukan oleh data inflasi AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.