Wijaya 80 Bawa Jazz Naik Daun di Museum JGTC ke-48 Universitas Indonesia

Wijaya 80 Bawa Jazz Naik Daun di Museum JGTC ke-48 Universitas Indonesia

Depok, 11 November 2025Wijaya 80, grup musik yang digawangi Ardhito Pramono, merepresentasikan musik jazz modern yang sedang digandrungi kalangan muda. Grup ini mendapat sorotan khusus di Museum Jazz Goes To Campus (JGTC) ke-48, yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Minggu (10/11/2025).

Segmen “music highlight” menampilkan karya, sejarah, dan alat musik yang digunakan Wijaya 80, sekaligus memperkenalkan jazz sebagai genre yang menarik bagi anak muda.


🎶 Jazz untuk Anak Muda

Menurut Muhammad Risda, Expression Division Coordinator 48th JGTC:

“Kenapa Wijaya 80? Pertama, mereka mengusung genre jazz; kedua, mereka grup jazz paling naik daun sekarang. Lagu mereka punya ciri khas sendiri, jadul tapi enak didengar.”

Risda berharap penempatan khusus ini dapat meregenerasi minat anak muda terhadap jazz, yang selama ini sering dianggap musik “untuk orang tua” atau lagu-lagu lama.

“Tema festival ini, Serenading Jazz for the Youth, bertujuan membuat jazz kembali booming di kalangan muda,” tambah Risda.


🎤 Peran Tokoh Sentral

Pendiri JGTC, Candra Darusman, menjadi tokoh penting dalam menentukan kurasi festival. Jazz di mata panitia dan kurator festival dimaknai sebagai musik yang menyenangkan dan menenangkan bagi anak muda.

Candra Darusman juga tampil dalam festival dengan berkolaborasi bersama musisi lain, termasuk Bilal Indrajaya dan Monita Tahalea, memperkuat nuansa jazz kontemporer yang menghibur.dikutip dari antaranews.com