MUI Periode 2025-2030 Dipimpin Lagi oleh KH Anwar Iskandar

MUI Periode 2025-2030 Dipimpin Lagi oleh KH Anwar Iskandar

Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, secara resmi menetapkan K.H. Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum untuk masa khidmat 2025-2030. Keputusan ini diambil melalui mekanisme formatur yang menekankan prinsip musyawarah mufakat.

Proses pemilihan pucuk pimpinan MUI berlangsung kondusif. Sebanyak 19 anggota tim formatur, yang terdiri dari perwakilan MUI daerah, perguruan tinggi, pesantren, dan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, secara bulat memberikan amanah kembali kepada K.H. Anwar Iskandar.

Harmonisasi NU dan Muhammadiyah

Selain menetapkan Ketua Umum, Munas ke-11 berhasil menyusun jajaran kepengurusan baru. Sejumlah tokoh bangsa turut masuk dalam struktur kepengurusan, termasuk Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie.

K.H. Anwar Iskandar menjelaskan bahwa sidang Munas berlangsung lancar tanpa intrik politik atau perdebatan alot. Harmonisasi antara dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menjadi kunci kelancaran proses tersebut.

“Semuanya berjalan dengan baik karena didasari atas prinsip musyawarah untuk mufakat. Tidak ada voting, tidak ada tarik-menarik,” ujar Anwar.
“Yang diusulkan NU didukung Muhammadiyah, dan sebaliknya. Dalam waktu dua jam, semua pengurus sudah terbentuk,” tambahnya.

Peran Strategis MUI ke Depan

Dengan terpilihnya kembali K.H. Anwar Iskandar, MUI diharapkan terus memperkuat perannya sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Hal ini penting untuk menjaga kerukunan, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, dan mendukung kemajuan bangsa selama lima tahun ke depan.

Dikutip dari metrotvnews.com